Sobat, apa kabar ? Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu jalan-jalan ke fakultas orang,kedokteran gigi (KG) yey! Maklum dah, nyari 'masalah' untuk diselesaikan dengan gagah, disematkan jadi judul skripsi/tugas akhir hahay. Ngobrol-ngobrol sama temen di sana, tanya mereka punya masalah apa ? Adakah yang bisa dibantu dengan sentuhan teknologi ?
Memang temen-temen di KG fokus belajarnya ya di per-gigi-an, misalpun nyambung teknologi, itu cuma pengenalan dan cara make alat doang. Trus saya ceritain sedikit tentang perkembangan teknologi sekarang, lantas temen saya itu berkata, "Woh, bisa toh kamu bikin kayak gitu ?" Wew saya juga kaget, ternyata banyak banget diantara kita hanya 'menyempitkan' diri di dunia kita sendiri. Belum kerasa nilai sebuah universalitas. Padahal namanya universitas berarti ilmunya harus universal, kalau sempit di fakultas, setelah lulus kita bukan jadi sarjana universitas, tapi sarjana fakultatif, itu kata Cak Nun.
Memang temen-temen di KG fokus belajarnya ya di per-gigi-an, misalpun nyambung teknologi, itu cuma pengenalan dan cara make alat doang. Trus saya ceritain sedikit tentang perkembangan teknologi sekarang, lantas temen saya itu berkata, "Woh, bisa toh kamu bikin kayak gitu ?" Wew saya juga kaget, ternyata banyak banget diantara kita hanya 'menyempitkan' diri di dunia kita sendiri. Belum kerasa nilai sebuah universalitas. Padahal namanya universitas berarti ilmunya harus universal, kalau sempit di fakultas, setelah lulus kita bukan jadi sarjana universitas, tapi sarjana fakultatif, itu kata Cak Nun.










