Edisi jurnaLISTRIK

"sport science" #4, "kembali ke jalan yang benar" #5, dan "comblangin ilmu gue" #6

Edisi jurnaLISTRIK

beberapa edisi majalah jurnaLISTRIK yang sudah terbit

MJL #3

Elektronika Sesat ala jurnaLISTRIK

@jurnalistrik

follow juga jurnaLISTRIK on Twitter

Showing posts with label embedded. Show all posts
Showing posts with label embedded. Show all posts

Friday, March 30, 2012

Penjelasan Bit Banging/Software Port Serial

oleh : Sean

Halo lagi sobat MJL, beberapa pekan yang lalu MJL kan pernah berencana ngirim 100 surat ke seluruh universitas di Indonesia. Seabrek surat itu kita kirim lewat jasa pos supaya mereka yang ngurus, jadi kita tetep bisa nyari sebongkah ide buat kelangsungan hidup MJL tanpa perlu repot diganggu urusan ngirim-mengirim surat. Nah, kali ini kita mau cerita apa yang terjadi kalo kita ngirim semua surat itu sendiri. Nah lho, kok ngiklan??

Eits, tunggu dulu tapi, yang kita ceritain bukan pengiriman surat, tapi pengiriman data serial dari device ke device lain. Otre?

Kalo di dunia ‘mereka’, jasa pengiriman data jelas bukan lewat pos, tapi bisa bermacam-macam juga melalui dedicated pin di device itu, seperti lazimnya mikrokontroller menggunakan UART, dan seperti halnya mengirim surat, kita tinggal nulis beberapa kriteria beserta isi datanya dengan benar, lalu mereka akan mengurus pengiriman data tersebut ke tempat tujuan.

Tapi kita bisa aja mengirim data tersebut tanpa mesti mengirimnya lewat pin khusus tadi. Perlu sedikit trik untuk membuat pin I/O biasa menjadi pin untuk komunikasi, yaitu menggunakan software atau program yang mirip dengan kinerja hardware aslinya. Cara ini disebut Bit-Banging! Cara ini aslinya punya banyak kelemahan dibanding menggunakan langsung fungsi hardware seperti UART tadi. Tapi bukan tidak mungkin kita akan menemukan bahwa ilmu ini bakalan terpakai nanti, entah karena kebutuhan atau kesesatan penggunanya. So buat mikrokontroler macem ATmega yang biasanya cuma punya 1 pasang serial, kita bisa hack jadi banyak !

Bayangkan kekurangannya, seperti halnya jika MJL mengirim ke 100 surat itu sendiri. Yang jelas pasti memakan waktu lama, selain itu kita juga gak sempet mikirin nasib MJL. Entah berapa lama harus vakum sampai selesai mengirimkannya, ditambah lagi, kita juga kecapekan. Begitu pula efek samping yang dirasakan mikrokontroler/prosesor kita jika kita menggunakan metode pengiriman sesat ini, di antaranya:

- Kecepatan transfer datanya lebih lambat dari standar fitur hardware aslinya.
- Tidak bisa mengerjakan proses lain ketika pengiriman data dilakukan.
- Kontroler/prosesor mendapat beban kerja lebih berat, mungkin jadi lebih mudah panas.

Friday, March 2, 2012

Launching Raspberry Pi

Sobat masih inget tentang Raspberry Pi yang dibahas di edisi 6 ? Sekilas tentang Raspberry Pi :

"Jika sobat main ke situs Raspberry Pi, maka sobat akan melihat tulisan “An ARM GNU/Linux box for $25”. Hmm… Kebayang maksudnya ‘kotak ARM GNU/Linux’ seharga 25 dolar? Kalo belum kebayang siap-siap senyum nanti di tengah artikel ini, hehe. Jadi maksudnya apa sih? Coba kita lihat dulu sosoknya.


Spec : 700MHz ARMv6 CPU, a GPU with enough grunt to decode 1080p HD video, 256MB of RAM, audio, HDMI, SD and USB ports – and a tonne of possibilities.

Karena speknya yang keren tapi dijual dengan harga cuma $25 udah pasti jadi rebutan banyak orang nih. Nah, ceritanya pas tanggal 29 Februari, Raspberry Pi launching !

Eeee, tapi kebahagiaan itu gak bertahan lama. Board Raspberry Pi LUDES !! Diberitain di websitenya @ Raspberrypi.org. Nah, kata website, klo kamu mau dapet info yang terbaru mengenai stok barangnya, follow twitternya raspberrry pi.

Selamat berburu ^^b

Tuesday, February 28, 2012

AVR Infrared Downloader

Ada karya membanggakan nih, anak bangsa berhasil nongkrong di webOBDEV yaitu web dunia tentang V-USB (metode komunikasi usb make chip AVR doang !). Nama project mereka AVR infrared downloader.


katanya sih ini dibikin untuk 'tugas akhir' :D. berikut cuplikan di blog mereka :

"Selamat datang di blog Tugas Akhir kami. Bahasan kami mengenai perancangan dan pembuatan sistem downloader mikrokontroler Atmel AVR melalui media transmisi data inframerah antara sistem pusat data sisi pemrogram dengan sistem penerima sisi target, didukung pula dengan penerapan USB pada sistem pusat data sisi pemrogram. Diharapkan sistem ini akan memberikan fleksibilitas yang tinggi pada saat proses development menggunakan mikrokontroler Atmel AVR. Amin."

berikut video amatir tentang demo alatnya :


Dan.. kalau mau tau lengkapnya silakan ke TKP aja. maju terus karya anak bangsa ! Sering-sering pamer aja kalau punya karya haha.

-salam jurnaLISTRIK

Thursday, November 17, 2011

Cara Baca Skematik PCB

Sobat jurnaLISTRIK tentu pernah membuat rangkaian misalnya bagian driver motor robot atau sekedar lampu flip-flop dengan LED berwarna-warni. Atau mungkin lebih suka menjadi “Mac Gyver” untuk memberi sentuhan sakti pada suatu alat agar bisa “hidup” kembali. Dari dua kerjaan tadi, kemungkinan sobat pernah mengalami make disain rangkaian PCB karya teman atau kit PCB yang sudah jadi. Tentu karena bukan hasil nge-desain sendiri, pasti bingung juga mengenai peletakan komponen, kaki-kakinya, kabel jumper, dll. Apalagi itu termasuk rangkaian yang asing bagi sobat dan gak ada sablonan/tanda yang jelas di bagian atas PCB. Dunia kiamat ? Gak la yaw! Calon pendekar solder harus bisa membaca skematik.

Untuk bisa membaca skematik, ada beberapa trik nih :

Jurus 1 : VCC vs GND
Misalkan pada suatu rangkaian, ada pin molex untuk baterai tapi gak paham mana plus, mana minus ? No problem, cukup liat sekitar pin molex, apakah ada Dioda atau Elco, LED juga bisa, yang penting cari komponen yang punya polaritas positif-negatif. Umumnya, kutub negatif suatu komponen tandanya garis warna putih, seperti pada diode dan kapasitor elco.

gambar LED, Diode, Kapasitor Elco

Jalur yang dilalui kaki elco yang negatif pasti merupakan jalur ground/GND, maka telusuri jalur tadi sampai ke pokok masalah, si pin molex. Kalo sudah berhasil menemukan plus-minus pin, bisa ngasih tanda dengan spidol di bagian atas PCB-nya biar gak lupa/bingung lagi.
Di beberapa PCB, ada yang menggunakan ratnest seperti gambar ini : 
gambar PCB
Jadi jalur GND (umumnya di ratnest) mengelilingi seluruh PCB, bagian PCB yang kosong diisi GND. Nah, kalo ada PCB semacam ini, sangat mudah untuk mencari mana GND, mana VCC kan?
Jurus 2 : Google dan Datasheet
IC dan transistor dalam suatu rangkaian bisa jadi bikin pusing kepala. Karena kakinya banyak dan konfigurasinya beda-beda. Untung ada Google dan orang baik di internet yang nyediain datasheet komponen-komponen, what a wonderful world!

Saat bingung mau masang IC ataupun transistor, cukup lihat kode di badan komponennya. Kalau bingung, tulis aja semua kodenya dalam pencarian di search engine-nya, biar Google yang kerja nyari. Saat udah ada hasil dan berbau-bau datasheet, coba klik aja. Datasheet suatu komponen biasanya berbentuk PDF, jadi kalo udah jago nyari datasheet, bisa mengetikkan : ”kode komponen<spasi>filetype:pdf”
gambar pencarian datasheet di Google

Di halaman pertama atau kedua datasheet, biasanya ada gambar konfigurasi kaki-kaki komponennya, tinggal pasang yang bener deh.

Jurus 3 : Kanibal
Ini jurus yang lebih tinggi tingkatannya, kudu udah punya dasar tentang untai listrik, ya minimal berpangkat sahabat untai listrik lah :D. Misalkan lagi ngeberesin sesuatu, ada komponen rusak yang kode atau sablonannya juga hilang, nah double trouble tuh. Masalah semakin gede, tentu perjuangannya juga butuh gede hehe. Kalau udah gitu, si komponen harus dicabut dari PCB, tapi jangan sampai rusak fisik dan kakinya. Kalau punya LC meter, zener tester, atau alat bantu lain yang kerjanya spesifik untuk melihat nilai suatu komponen tertentu sih enak, tapi kalau gak punya apa-apa ? Tentu harus bikin rangkaian uji tambahan. Rangkaian tambahan itu pada intinya kerja berdasarkan sifat dasar komponen yang mau diuji tadi.

Jurus 4 : Feeling
Semakin tinggi tingkatan “sabuk” seorang pendekar solder, tentunya karena udah makan banyak asam-garam, ada sense of technology yang terbentuk dalam dirinya. Kalau udah sabuk item gitu, yang main bukan logika atau teori, tapi justru feeling, ya feeling dari pengalaman bertahun-tahun. Kalau sobat punya senior atau guru yang “sabuk hitam” gitu, wah tentu enak sekalee. Dateng aja sambil belajar sama beliau, tapi tentu cari waktu yang seimbang tepat dan jangan lupa bawa “sogokan” makanan hehe. Jurus ke-4 ini gak boleh dipake orang yang masih “sabuk putih”, sok pinter malah keblinger ntar. Cukup berlatih aja sama senior-senior, enhance your sense and intersight dude!

Jangan lupa download edisi #1 untuk selengkapnya :D
[Tim Kurikulum jurnaLISTRIK]

Friday, June 3, 2011

AVRWIZ, Tongkat Ajaib C Garis Keras

Bagi para programmer embedded system, ada beberapa bahasa pemrograman yang popular, yakni Assembler, Basic, C, bahkan Java. Bahasa assembler pada awalnya sangat popular, namun karena rumit dan tidak ringkas bahasa ini mulai ditinggalkan, hm memang jamannya begini, pengennya yang serba gampang, maaf para pendahulu hehe.

Basic merupakan bahasa yang mudah dipahami, mudahnya ini bahasa yang manusiawi. Tapi karena manusiawi juga, ia rakus akan memori. Jika budget sobat untuk membeli mikrokontroller terbatas, padahal program yang dibuat rumit dan ribuan baris, maka apa daya, harus mencari bahasa lain yang “bersahabat” dengan budget dan menghemat tempat. Alternatifnya ? C !

Bahasa C, merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling sering dipakai oleh pemrogram di seluruh dunia, terutama karena C memperbolehkan pengaksesan memori secara manual.  Karena itulah, gak jarang saat wawancara kerja, sobat bisa saja ditanya, “Bisa bahasa C ?” 

Dibanding Basic, C memang lebih rumit, tapi ia sangat teratur. Di dunia embedded system, beberapa IDE pemrograman mengakalinya dengan sebuah wizard. Contohnya, Code Vision AVR atau CVAVR. CVAVR adalah IDE C gaul, yak arena ada wizardnya itu. Meskipun relatif mudah, dan populer, pada tingkat dunia, orang-orang memakai WinAVR dalam memprogram bahasa C. Misalkan saja pada forum AVR Freaks di avrfreaks.net yang afiliasinya dengan Perusahaan ATMEL langsung. Bahkan Cornell University yang notabene sering mempublikasi karya embedded system mahasiswanya, dari CVAVR, kini mulai migrasi ke WinAVR. Meskipun powerful, sayangnya WinAVR  tak memiliki wizard seperti CVAVR. 


 Tapi ternyata, di internet banyak orang baik.. (Baca selengkapnya dengan mendownload majalah di sini)

Cellphone Detector



Intro

Workshop kali ini bagai pedang bermata dua, kenapa ? Karena bagi sebagian orang alat ini sangat bermanfaat, tapi bagi sebagian yang lain, alat ini begitu menyebalkan, di situlah uniknya. Para pengajar, seperti guru, dosen, atau ustadz suatu madrasah akan terbantu dengan adanya alat ini, dalam suatu ruang ujian, alat ini bisa mendeteksi aktifitas telepon genggam –kemudian disebut hape- seperti panggilan masuk atau keluar, SMS, atau transmisi video. Murid-murid yang bersekongkol menyontek via hape  tak dapat lagi berkutik karena aksinya dapat diketahui, tidak lain tidak bukan, hanya dengan alat sederhana dan terjangkau ini. Waspadalah para murid, pengajar zaman sekarang melek teknologi hehehe.


Gambar 1. “Kreatifitas” Murid

How it works ?

Telepon genggam kerjanya di rentang frekuensi 900 MHz  s.d. 3 GHz dengan panjang gelombang 3,3 s.d. 10 cm. (Baca selengkapnya dengan mendownload majalah di sini)